REDD: Untuk Siapa?
Salah satu skema yang diusulkan oleh Pemerintah dan LSM Internasional pada pertemuan Bali bulan Desember 2007 adalah skema pembiayaan upaya mengatasi deforestasi dan degradasi lahan dan hutan.
Salah satu skema yang diusulkan oleh Pemerintah dan LSM Internasional pada pertemuan Bali bulan Desember 2007 adalah skema pembiayaan upaya mengatasi deforestasi dan degradasi lahan dan hutan.
menggunakan WordPress
terima kasih atas komentarnya.
saya sudah baca dokumen-dokumen berkaitan REDD. dan beberapa dorongan oleh Lembaga Internasional juga terlihat.
tapi sayang sekali, kawan tidak berani mencantumkan jatidirinya… ^_^V
pemikiran yang sangat dangkal tapi cenderung menggurui.
pertama, REDD tidak diajukan oleh lembaga internasional, karena yang punya mandat dalam COP adalah negara. Jika anda mencermati perkembangan REDD dari usulan semula, maka jelas REDD diusulkan oleh negara pemilik hutan tropis. REDD pertama kalinya juga tidak diusulkan oleh Indonesia.
REDD juga bukan sebuah mekanisme yang sudah komplit. REDD baru berada pada tataran pembicaraan dan yang disepakati adalah hal-hal yang general bahwa upaya pengurangan laju deforestasi harus didorong sebagai bagian dari upaya mitigasi karbon. Jadi menurut saya terlalu dini untuk mengatakan bahwa REDD tidak akan bermanfaat apalagi menduganya hanya akan menguntungkan broker karbon dan lembaga internasional.
REDD juga tidak dikampanyekan sebagai sebuah solusi. tapi bahwa dia mungkin bisa menjadi bagian solusi ya. Karena kalau anda jeli, sektor kehutanan bukan merupakan emiter terbesar 9hanya sekitar 18%) sehingga apapun yang dilakukan dalam sektor ini hanya akan menjadi bagian dari solusi dan bukan solusi itu sendiri.
saran saya, bagus kalau kita pahami dulu baru berkomentar.
salam